Sabtu, 04 Oktober 2014

E-Goverment
Pengertian E-Government
          E-Government merupakan kependekan dari elektronik pemerintah. E-Governtment biasa dikenal e-gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi.
E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Atau E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.
Ada tiga model penyampaian E-Government, antara lain :

a. Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C)
          Adalah penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah,
contohnya G2C : Pajak online, mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan sosial, Dokumen pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan imigrasi,
Layanan kesehatan, Beasiswa, penanggulangan bencana.
b. Government-to-Business (G2B)
        Adalah transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah.Mengarah kepada pemasaran produk dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Aplikasi yang memfasilitasi interaksi G2B maupun B2G adalah Sistem e-procurement.
Contoh : Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran perusahaan, peraturan pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, dll
c. Government-to-Government (G2G)
         Adalah Memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata terintegrasi.
Contoh : Konsultasi secara online,blogging untuk kalangan legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara terpadu.


Kelebihan dan Kekurangan E-government

Kekurangan :
  1. Kultur berbagi belum ada
  2. Pola pikir masih sederhana (gagap teknologi)
  3. Terbatasnya jumlah server dan sedikitnya software berlisensi karena mahal
  4. Sumber daya manusia yang handal di bidang TI kurang
  5. Belum terintegrasinya database dan sistem aplikasi secara menyeluruh
  6. Infrastruktur belum memadai
  7. Tempat akses terbatas
Kelebihan :
  1. Dapat membentuk hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan internasional.
  2. Dapat membentuk jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan terjangkau oleh masyarakat luas.
  3. Dapat membentuk mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembaga-lembaga negara serta menyediakan fasilitas dialog publik.
  4. Dapat membentuk sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat.
  5. Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui informasi yang mudah diperoleh.
  6. Adanya E-Government diharapkan pelaksaan pemerintah akan berjalan lebih efisien karena koordinasi pemerintah dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi. 
    Manfaat  E-Goverment
  7. Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasidapat disediakan 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor . Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
  8. Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan [transparansi ] maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.
  9. Pemberdayaan msyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah; jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilih sekolah yang pas untuk anaknya.
  10. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien . Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melaluji e-mail atau bahkan vidio confernce .
INFRASTRUKTUR E-GOVERNMENT
1.     SUMBER DAYA MANUSIA
  • MASYARAKAT UMUM
Fasilitas akses ke sistem e-Goverment  bagi  maysarakat  luas dapat  diberikan dalam bentuk terminal-terminal secara khusus yang dipasang publik maupun memasang sistem informasi berbasis website agar bisa diakses melalui Internet. Agar keberadaan fasilitas   dapat   termanfaatkan   secara   optimal,   diperlukan   peningkatan   kualitas masyarakat  dalam bidang pengoperasian e-Gov  itu sendiri.  Pendidikan masyarakat diperlukan   baik   untuk  meningkatkan   kemampuan   untuk  mengoperasikan   sistem maupun untuk memberikan pengertian pada prosedur pengoperasian yang tertib agar fasilitas tidak mudah rusak.
  • APARAT PEMERINTAH
Bisnis pemerintahan diatur dengan perundang-undangan yang dibuat oleh pemerintah itu. Oleh karenanya, sistem e-Goverment haruslah bersifat dinamis dalam arti setiap saat dapat mengalami perubahan sejalan dengan perubahan pemerintahan itu sendiri. Sebagai  contoh,  akhir-akhir   ini  sering  terjadi  perubahan struktur  pemerintahan seiring dengan perubahan susunan kabinet pemerintah. Dalam hal semacam ini, sistemharuslah bisa disesuaikan agar layanan ke masyarakat  tidak banyak mengalami  perubahan meskipun instansi yang melayaninya berubah.
  • PIMPINAN
Pada dasarnya apabila ada komitmen yang kuat dari pimpinan unit, optimalisasi pemanfaatan sistem yang terpasang dapat dipercepat.  Seberapa pun bagusnya, apabila tidak dilihat atau dipelajari pimpinan, sistem pelaporan eksekutif tidak akan berkembang dengan baik.  Demikian pula dengan sistem komunikasi  yang  terpasang akan berkembang kearah yang optimal  bagi suatu  instansi  apabila semua pihak,  dimulai dari pimpinan, punya komitmen tinggi untuk memanfaatkannya.
Keuntungan utama dari penggunaan fasilitas komunikasi yang tersistem, adalah tersedianya data-data dari penggunaan komunikasi itu sendiri. Secara sistemik bisa diatur agar  pembicaraan yang menyangkut  penyelesaian suatu masalah  terekam sehingga pada  waktu-waktu  tertentu efisiensi  dan efektivitas  pelayanan pemerintahan dapat dievaluasai dengan parameter yang terukur misalnya lamanya suatu masalah bisa diselesaikan.  Evaluasi  dapat  dilakukan  tidak hanya dari  atas  ke bawah namum dari bawahpun bisa mengevaluasi seberapa cepat atasan merespon laporan permasalahanyang masuk.
  • OPERATOR
Kunci  keberhasilan e-Government  terletak pada ketelitian kerja operator.  Keteledoran operator pemasukkan data secara langsung akan mengurangi nilai kebenaran laporan   yang   dihasilkan.   Selain   itu,   operator   pemeliharaan   sistem  sehari-hari   juga harus  bekerja  dengan ketelitian  dan disiplin   tinggi.  Keterlambatan  membuat  data cadangan  dapat  berakibat   fatal   apabila   terjadi  masalah   pada   data   aktif.  Prosedur penyimpanan data cadangan dan bila perlu mengembalikan ke sistem utamanya perlu dibakukan agar layanan tidak terganggu telalu lama bila terjadi masalah.
  • KPDE
Agar  dapat  mengikuti  perubahan  dengan  cepat,  pada   implementasi   e-Government harus ada badang yang memahami sepenuhnya cara kerja sistem sampai ke rincian komponen-komponennya. Dalam praktek, perubahan bisa diakomodir dengan kontrak perawatan dengan pihak  luar  atau,  mengingat  kemungkinan keberadaan data yang sensitif, membentuk tim pengembangan sistem dengan SDM yang kuat.
2.     PERANGKAT LUNAK
  • SISTEM OPERASI
Sistem   operasi   adalah   perangkat   lunak   yang   berhubungan   dengan   manajemen perangkat   keras   yang   digunakan.  Ada   4   komponen   utama   sistem  operasi   yang berhubungan dengan operasional  hardware:   input/output,  data storage,  manajemen proses dan komunikasi. Input/output menangai perlatan pemasukan data seperti keyboard,  scanner  dan mouse;  dan peralatan penyajian data seperti   layar  monitor  dan printer.  Data   storage  menangai  penyimpanan  data  baik yang  terpasang  permanen seperti memori utama dan hardisk maupun yang bersifat sementara seperti CDROM, flashdisk, dan floppydisk. Manajemen proses mengatur perjalanan program-program aplikasi   terutama dalam penggunaan peralatan perangkat  keras  yang  tersedia.  Terakhir, modul komunikasi mengatur penggunaan peralatan komunikasi seperti jaringan kabel  ethernet,  Wi-Fi  (tanpa kabel) maupun komunikasi  jarak dengan dengan sinar inframerah atau gelombang radio terbatas (misalnya teknologi blue tooth).
Perangkat keras paling banyak digunakan saat ini adalah PC berbasis arsitektur Intel ix86. Sistem operasi yang paling populer untuk perangkat keras ini adalah keluarga Windows dari Microsoft diikuti Linux dari masyarakat pengemban Opensource. Keseragaman sistem operasi memberikan banyak kemudahan antara lain keserderhanaan proses pelatihan serta pemeliharaan sistem. Penyebaran virus,  worm dan spam saat ini sering memberi lebih banyak masalah dibanding kemudahan yang diberikan oleh keseragaman sistem operasi.
  • PERANGKAT LUNAK SERBAGUNA
Perangkat  lunak serbaguna sering dikaitkan dengan produk perangkat lunak populer yang boleh dikatakan terpasang di hampir semua PC yang ada yakni sistem Office dari Microsoft. Saat ini pengguna komputer mengenal Office dama bentu 3 produk: Word (olah naskah),  Exel  (olah  tabel)  dan PowerPoint  (olah  tayangan presentasi). Produk ke 4 yakni Access (olah data) tidak terlalu populer karena sifatnya tidak seserbaguna dibanding 3 produk tersebut sebelumnya. Pada dasarnya, perangkat lunak serbaguna banyak dimanfaatkan untuk menggantikan mesin ketik dan mesin hitung untuk menghasilkan laporan-laporan yang diperlukan sehari-hari.  Sebagai contoh,  daftar  gaji  dapat  dicetak dengan menanfaatkan program olah angka.  Dengan
perangkat   lunak  ini,  data gajipokok dan  tunjangan diketikkan pada posisi   tertentu. Beberapa angka turunan sepert total,  sub total dan tunjangan-tunjangan tertentu secara otomatis bisa dimunculkan dengan sekali memasukkan rumusnya.
  • KASTEMISASI
Perangkat lunak serbaguna dapat dikastemisasi untuk memudahkan kerja rutin sehari-hari   yang   sifatnya   seragam   berulang-ulang   serperti   pembuatan   daftar   gaji,mengetikkan surat undangan kegiatan untuk masing-masing peserta dan sebagainya.
Kastemisasi adalah kegiatan memodifikasi perangkat lunak serbaguna untuk kegiatan komputasi  khusus.  Kastemisasi  dapat  dilakukan dengan merancang suatu dokumen standar yang dapat dimanfaatkan berkali-kali hanya dengan mengganti bagian-bagian tertentu saja.
  • PERANGKAT LUNAK APLIKASI  KHUSUS
Aplikasi kusus diperlukan untuk membantu pekerjaan khusus seperti pendataan yang menyangkut pemetaan wilayah, disain grafis untuk penerbitan brosur-brosur dan sebagainya.
  • PENGEMBANGAN KHUSUS
Pengembangan perangkat lunak khusus diperlukan untuk melayani kebutuhan spesifik permerintahan   secara  keseluruhan.  Beberapa  hal  yang pelu  diperhatikan  pada pengembangan  ini  adalah kesatuan  informasi  yang diwakili  oleh suatu sistem data sentral  yang  dirujuk   oleh   semua   fihak.  Yang biasa  dikembangkan  secara   khusus adalah struktur data yang mewakili segala macam informasi yang dipelukan, fasilitas untuk memasukkan data,   serta   fasilitas  untuk menghasilkan  laporan.  Sistem yang baik adalah sistem yang mampu memandu penggunanya dalam penggunaan sistem agar tidak tidak terjadi kesalahan tanpa mempersulit penggunaan sistem itu sendiri.
3.     PERANGKAT KERAS
Secara umum, perangkat  keras sistem informasi,  termasuk e-Goverment  terdiri  dari peralatan pemasukan data, peralatan penyajian data, peralatan penyimpanan data dan peralatan pengolahan data. Peralatan pemasukan data dan penyajian data dapat menyatu misalnya  pada  yang kita  kenal  dengan  istilah Terminal  Kerja   (work  station). Dalam perkembangannya, jaringan komunikasi data menjadi bagian standar dari sistem informasi.
  • INPUT OUTPUT
Perlatan pemasukan dan penyajian data standar adalah terminal kerja yang terdiri dari keyboard dan monitor yang dilengkapi dengan pemandu posisi  penunjukan di layar yang dikenal  dengan  istilah mouse.  Untuk keperluan khusus  misalnya  mengagendakan  surat  masuk diperlukan  scanner  yang memisahkan  tampilan kertas  surat  kebentuk digital yang bisa dibaca dengan layar monitor. Untuk membaca  informasi  sehari-hari,  cukup digunakan monitor.  Namun demikian sering informasi tersebut harus diserahkan ke pihak lain yang tidak punya akses ke sistem. Pada umumnya, informasi dicetak ke kertas untuk dikirim. Pencetakan ke kertas bisa bersifat  umum dalam pengertian ke kertas HVS ukuran kwarto atau folio,bisa pula bersifat  khusus misalnya mencetak ke blanko  isian dari  percetakan yang telah memuat kolom-kolom tertentu untuk diisi seperti blanko kwitansi pembayaran listrik dan telpon.
  • JARINGAN
Jaringan komputer adalah fasilitas untuk menyalin data dari satu komputer ke komputer lain tanpa memindahkan media penyimpan data. Dengan fasilitas ini banyak hal bisa dilakukan.  Dalam kaitannya dengan e-Government,   jaringan komputer  mutlak diperlukan bagi operator dan masyarakat luas untuk membaca informasi yang benar dan terbarukan. Informasi melalui  selebaran hanya punya nilai kebenaran pada saat selebaran tersebut diedit. Dengan jaringan komputer, masyarakat bisa melihat informasi yang diturunkan langsung dari pusat data pemerintahan. Disamping untuk membaca data,   jaringan komputer   juga diperlukan untuk memasukkan data. Dengan jaringan, kejadian di suatu wilayah dapat direkamkan langsung ke sistem penyimpanan data di  pusat  pemerintahan.  Dengan demikian,  masyarakat luas langsung bisa mengetahui kejadian tersebut dengan akses ke pusat data.
  • SERVER
Yang dimaksud dengan server adalah komputer yang digunakan untuk memberikan layanan  tertentu pada para pengguna komputer  yang  terhubung ke server   tersebut. Layanan bisa diberikan secara  langsung seperti  pada  server  Web  (melayani  akses homepage melalui web browser) atau server printer yang memberi layanan perintah pencetakan naskah yang dikirim dari  komputer  lain.  Layanan bisa diberikan secara tidak langsung melalui server lain. Server basis data biasanya tidak langsung memberikan layanan data ke pengguna komputer namum melalui server lain misalnya web server.
Busimess to Business (B2B)
B2B E-commerce adalah transaksi antara perusahaan yang dilakukan secara elektronik melalui Internet, extranet, intranet, atau jaringan swasta, juga dikenal sebagai eB2B (electronic B2B) atau hanya B2B

Business-to-bisnis penjualan di Internet, atau B2B e-commerce, adalah salah satu segmen yang tumbuh paling cepat dari pasar usaha kecil. Sebagai perusahaan berdatangan ke Internet untuk mencari vendor untuk produk dan jasa penting, B2B e-commerce berkembang pesat, baik dari segi total pendapatan dan jumlah perusahaan B2B kecil yang beroperasi di ruang digital.
Sejak sekitar dua di antara tiga pekerjaan baru diciptakan oleh usaha kecil, menurut perkiraan SBA, meningkatnya pengaruh B2B e-commerce di sektor usaha kecil memiliki implikasi penting bagi ekonomi AS.
 
Manfaat Layanan B2B

  1. Hemat waktu dan praktis Menu dalam situs layanan B2B khusus hanya menyediakan kebutuhan produk pelanggan terkait, tanpa harus repot mencarinya dalam katalog produk atau daftar kategori produk umum Kawan Lama yang lainnya.
  2. Efektif dan efisien Pelanggan B2B tidak perlu melewati proses negosiasi harga yang panjang, karena sudah dilakukan pada awal kesepakatan kerja sama.
  3. Keuntungannya besar Mengurangi biaya perusahaan untuk administrasi, surat menyurat transaksi, ataupun untuk riset harga pasar.
  4. Kerahasiaannya aman dan terjamin Sistemnya menggunakan tingkat keamanan yang tinggi dengan protocol secure socket layer 256 bit untuk menjaga keamanan data pelanggan.
  5. Transaksi yang transparan Layanan ini mendukung good corporate governance. Setiap transaksi mudah dipantau karena sistem selalu memberikan rekam jejak transaksi melalui e-mail notifikasi kepada buyer (bagian purchasing) atasan (pemberi approval), hingga user, ataupun yang berhak mendapatkan informasi tersebut di perusahaan sesuai dengan kesepakatan. Ini meningkatkan kontrol perusahan terhadap proses transaksi.
Karakteristik B2B 

1.Trading partners yangsudahdiketahui dan umumnyamemilikihubungan (relationship) yangcukup lama. Informasihanyadipertukarkandengan partner tersebut. Dikarenakansudahmengenallawankomunikasi, maka jenisinformasiyangdikirimkandapatdisusunsesuaidengankebutuhan dan kepercayaan (trust).

2.Pertukaran data (data exchange) berlangsungberulang-ulang dan secaraberkala, misalnyasetiaphari, dengan format data yangsudahdisepakatibersama. Dengankatalain, servis yangdigunakansudahtertentu. Hal ini memudahkanpertukaran data untuk dua entitiyangmenggunakan standar yangsama.

3.Salah satupelakudapatmelakukaninisiatifuntukmengirimkan data, tidakharusmenungguparternya.
4.Modelyangumumdigunakanadalahpeer-to-peer, dimanaprocessingintelligencedapatdidistribusikan di keduapelakubisnis.

Keuntungan Business To Business

  1. Hemat waktu dan praktis menu dalam situs layakan B2B khusus hanya menyediakan kebutuhan produk pelanggan terkait, tanpa harus repot mencarinya dalam katalog produk.
  2. Efektif dan efisien pelanggan B2B tidak perlu melewati proses negosiasi harga yang panjang, karena sudah dilakukan pada awal kesepakatan kerja sama.
  3. Keuntungan besar mengurangi biaya perusahaan untuk administrasi, surat menyurat transaksi, ataupun untuk riset harga pasar.
  4. Rahasia aman dan terjamin, dikarenakan menggunakan tngkat keamanan yang tinggi dengan Protocol Secure Socket Layer 256 bit untuk menjaga keamanan dari pelanggan.
  5. Transaksi yang transparan layanan ini mendukung Good Coorporate Governance. Setiap transaksi mudah dipantau karena sistem selalu memberikan rekam jejak transaksi melalui email notifikasi kepada buyer (bagian purchasing), atasan (pemberi approval), hingga user, ataupun yang berhak mendapatkan informasi tersebut diperusahaan sesuai dengan kesepakatan. Ini meningkatkan kontrol perusahaan terhadap proses transaksi.

Kekurangan Business To Business

Business To Businees atau B2B adalah masalah dalam jenis bisnis yang akan menyebabkan kurangnya kemungkinan kredit. Misalnya, pemilik elektronik besar sengaja membunuh transaksi pesaing. Penawaran publik elektronik dapat menyebabkan sinyal harga meragukan.

 
Proses ini sering terjadi di telepon, surat kabar, dan pertemuan tatap muka. Tidak ada yang diberikan untuk menjamin keberhasilan model bisnis B2B. Kebanyakan situs mengenakan biaya kecil per transaksi sebagai persentase dari pendapatan. Alasannya adalah kompetisi. Selain itu, monopoli dari penyedia layanan khusus dan perusahaan sedang membangun untuk sepuluh produk sendiri platform perdagangan dan industri.
  
Manfaat B2B untuk usaha kecil
Konsumen tertarik pada e-commerce karena memungkinkan mereka untuk membuat koneksi digital dengan merk dan bisnis yang penting bagi mereka dan menawarkan kesempatan untuk pengalaman pelanggan lancar. Selain berhubungan dengan e-commerce penyedia melalui koneksi Internet tradisional, konsumen saat ini bergantung pada array canggih alat dan sumber daya, mengintegrasikan saluran mobile dan sosial ke dalam perilaku belanja online mereka.
Dalam menanggapi permintaan konsumen, merk besar dan kecil yang ramping strategi multichannel mereka. Familiar e-commerce raksasa TI seperti Amazon, eBay, dan Shop.ca adalah pemain utama dalam pasar e-commerce konsumen, dan tak terhitung brick-dan-mortir retailer, termasuk Best Buy, Home Depot dan Wal-Mart, telah menarik perhatian konsumen di ruang digital.
Sementara dari sisi konsumen dari pasar e-commerce telah mengumpulkan sebagian besar perhatian, sisi B2B sebagian besar telah diabaikan. Namun untuk setiap usaha kecil yang memasarkan produk dan layanan mereka kepada konsumen, setidaknya tiga usaha kecil lainnya menjual terutama untuk bisnis lain.
Dengan mengadopsi B2B e-commerce strategi, usaha kecil mendapatkan beberapa keuntungan penting, banyak yang tingkat lapangan bermain dan memungkinkan mereka untuk bersaing dengan perusahaan yang lebih besar.
·         Efisiensi Operasional. Usaha kecil B2B secara historis berjuang dengan padat karya proses yang tidak efisien dan menghambat pertumbuhan organisasi. Multichannel teknologi perdagangan membantu usaha kecil B2B menghemat waktu dan sumber daya melalui otomatisasi transaksi online dan offline. B2B e-commerce juga memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk merampingkan gudang, call center dan fungsi lain yang memiliki potensi untuk menjadi titik akhir dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuan pertumbuhan yang ditargetkan.
·         Pasar Skala. Dalam banyak kasus, B2B e-commerce menciptakan kesan jejak bisnis yang jauh lebih besar. Taktik pemasaran multichannel, kampanye media sosial dan strategi lainnya memungkinkan usaha kecil untuk muncul (dan fungsi) seperti organisasi yang lebih besar. Dengan meningkatkan kehadiran pasar, B2B e-commerce memudahkan bagi perusahaan kecil untuk mencapai jaringan global, penonton mobile dan komunitas online diperpanjang. Akibatnya, usaha kecil mendapatkan kemampuan untuk bereaksi lebih cepat terhadap tren pasar dan untuk meningkatkan kehadiran industri yang lebih profesional.
·         Penjualan Siklus. Sebagai alat penjualan, teknologi e-commerce membantu usaha kecil B2B merampingkan proses penjualan dan menghasilkan ROI yang lebih tinggi dari investasi program mereka penjualan. Konvensional B2B penjualan siklus yang padat karya dan membutuhkan tim penjualan untuk memandu pelanggan melalui serangkaian tugas-tugas rutin - tugas yang dapat otomatis dalam lingkungan e-commerce B2B, memungkinkan tim penjualan untuk mengalokasikan waktu menuju akuisisi pelanggan baru.
·         Biaya Tabungan. B2B e-commerce memiliki potensi untuk membuat penghematan biaya besar untuk usaha kecil. Banyak perusahaan kecil telah menemukan bahwa implementasi e-commerce inisiatif telah menghasilkan lebih rendah berkat biaya operasional untuk otomatisasi setup pelanggan, manajemen order, pemrosesan kartu kredit, pelacakan pengiriman, kampanye email, dan kegiatan lain yang tidak akan membutuhkan perhatian penjualan dukungan pelanggan personel atau.
·         Pelanggan Pengalaman. Sangat penting untuk dicatat bahwa dengan memanfaatkan e-commerce strategi, usaha kecil B2B mendapatkan kemampuan untuk menangkap pengurangan biaya dan manfaat lainnya tanpa mengorbankan kualitas pengalaman pelanggan. Bahkan, strategi e-commerce multichannel biasanya menghasilkan pengalaman pelanggan jauh lebih baik dengan memungkinkan prospek dan mengarah untuk berhubungan dengan perusahaan menggunakan saluran yang mereka sukai dan teknologi.

Level Playing Field

Dengan efektif meratakan lapangan bermain untuk usaha kecil, B2B e-commerce memungkinkan perusahaan kecil untuk memanfaatkan teknologi sebagai keunggulan kompetitif di pasar global saat ini bisnis-ke-bisnis. Dengan strategi yang tepat, perusahaan kecil dapat memanfaatkan terjangkau B2B e-commerce strategi untuk meningkatkan daya tarik merek, mengurangi biaya operasional dan memperluas dampak dari agenda penjualan organisasi.
Bahkan lebih penting lagi, B2B e-commerce membebaskan sumber daya untuk menawarkan jalur dicapai untuk organisasi kecil untuk menargetkan dan mencapai kemajuan yang signifikan dalam pengalaman pelanggan. Untuk penjual B2B banyak, e-commerce adalah kunci keberhasilan usaha kecil dan revitalisasi di pasar multichannel saat ini.

Komponen B2B

B2B memiliki dua komponen utama: e-frastructure dan e-market.

E-frastructure adalah arsitektur B2B, yang beberapa diantaranya, yaitu:

·         logistik - transportasi, pergudangan dan distribusi (misalnya, Procter and Gamble);

·         penyedia layanan aplikasi - penyebaran, hosting dan paket perangkat lunak (misalnya, Oracle dan Linkshare);

·         outsourcing dalam proses e-commerce, seperti Web-hosting, keamanan dan solusi layanan pelanggan (misalnya, outsourcing penyedia seperti eShare, NetSales, bel Usaha dan Universal Access);

·         solusi lelang perangkat lunak untuk operasi dan pemeliharaan dengan lelang real-time di Internet (misalnya, Moai Technologies dan Teknologi OpenSite);

·         perangkat lunak manajemen konten untuk fasilitas manajemen konten situs Web dan pengiriman (misalnya, Jalinan dan ProcureNet), dan

E-pasar didefinisikan sebagai situs Web di mana pembeli dan penjual berinteraksi dengan satu sama lain dan melakukan transaksi.
Contoh-contoh B2B lebih umum dan model praktek terbaik adalah IBM, Hewlett Packard (HP), Cisco dan Dell. Cisco, misalnya, menerima lebih dari 90% dari produk pesanan melalui Internet.

Tipe/Model B2B

·         A. Buyer-oriented (Satu pembeli dari banyak penjual)

Model ini cocok untuk digunakan dalam sektor: sistem reservasi penerbangan dan perdagangan minyak yang dijalankan oleh pertamina.

·         B. Selller-Oriented (satu penjual kepada banyak pembeli)

Cocok untuk perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk dalam jumlah besar pada perusahaan lain. Model ini merupakan one to many (supplier to buyer) sistem e-commerce.

Fitur yang seharusnya disediakan :

      Katalog produk

      Spesifikasi produk

      Aturan bisnis(untuk otomatisasi pemesanan dan persetujuan)

      Custumer service

      Pengiriman

      Invoice/tagihan dan pembayaran elektronik
C.Exchanges /Virtual Markets(banyak penjual kepada banyak pembeli)
Dampak B2B Market pada perekonomian Negara berkembang:

Biaya transaksi. Ada tiga biaya yang secara signifikan dapat dikurangi dengan melakukan e-commerce B2B. Pertama adalah pengurangan biaya pencarian, pembeli tidak perlu lagi melalui perantara untuk mencari informasi tentang suplier, produk dan harga seperti dalam rantai suplai tradisional karena kita dapat mencarinya sendiri di internet. Di pasar B2B, pembeli dan penjual berkumpul bersama membentuk sebuah komunitas trading online, sehingga dapat mengurangi biaya pencarian. Kedua adalah pengurangan biaya transaksi pengolahan (Misalnya faktur, order pembelian dan skema pembayaran), B2B memungkinkan untuk otomatisasi proses transaksi. Efisiensi dalam proses perdagangan dan transaksi juga ditingkatkan melalui kemampuan e-market B2B untuk melakukan proses penjualan melalui pelelangan online. Ketiga, pemrosesan secara online dapat meningkatkan manajemen persediaan dan logistik.

Disintermediasi. Melalui B2B e-pasar, pemasok dapat berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan pembeli, sehingga menghilangkan perantara dan distributor. Namun, hal itu memunculkan bentuk perantara yang baru. Sebagai contoh, e-pasar itu sendiri dapat dianggap sebagai perantara karena mereka berada antara pemasok dan pelanggan di rantai pasokan.

Transparansi harga. Diantara dammpak e-pasar, yang paling mencolok adalah peningkatan transparansi harga. Berkumpulnya sejumlah besar pembeli dan penjual dalam sebuah e-market dapat mengungkapkan informasi harga pasar dan pengolahan transaksi kepada peserta. Internet memungkinkan untuk publikasi informasi mengenai pembelian tunggal atau transaksi, membuat informasi mudah diakses dan tersedia untuk semua anggota e-market.